RT36 RW09 KELURAHAN PATEHAN KECAMATAN KRATON YOGYAKARTA
 
 
Diskusi Publik 'Jogja : Kota Kreatif' diselenggarakan oleh IIS UGM di UKDW.

Sore itu komunitas Kampoeng Cyber mendapat undangan sebagai peserta Diskusi Publik 'Jogja: Kota Kreatif', memang ada niatan untuk berangkat, tetapi menjelang 2 hari sebelum acara ada surat permohonan sebagai narasumber dalam acara tersebut. ditujukan kepada koordinator Kampoeng Cyber dan Ketua RT 36 Taman. 

Acara tersebut diselenggarakan oleh Istitute of International Studies Universitas Gadjah Mada dan acara bertempat di Universitas Kristen Duta Wacana. Berlangsung pada hari Kamis, 30 Juni 2011. Khusus untuk kampoeng cyber masuk di sesi dua yang akan manggali pemikiran dari masyarakat tentang Peranan Tekonologi Informasi dalam Mengatasi Permasalahan Sosial. Acara keseluruhan diisi oleh narasumber dari Bapak Ahmad Hanafi Rais, MPP. selaku Direktur IIS UGM sebagai Keynote Speech, Bapak Aunur Rofiq (Staf  Wakil Presiden RI), Dendy Pratama (Komunitas Capung Yogyakarta), M. Arief Budiman (Petak Umpet Yogyakarta), Widyawan, ST.,M.Sc.,P.Hd. (Ketua Prodi TI UGM), A. Sasongko WK (Inisiator dan Koordinator Kampoeng Cyber), A. Heri Sutanto (Ketua RT 36 Taman Kampoeng Cyber).

Inti dari acara tersebut bertujuan untuk berdiskusi menggali potensi kreatifitas dari segenap elemen masyarakat Yogyakarta untuk menjadikan Jogja sebagai Kota Kreatif dan mampu bersaing dengan kota lain dengan keunggulan2nya dan kekhasan Jogjanya.

Lepas dari itu semua, berbicara di lingkungan akademisi merupakan tantangan tersendiri bagi kampoeng cyber, karena memang pengalaman ini merupakan kesempatan berharga kalau dilewatkan. Nuansa Ilmiahnya pasti kental terasa, sedangkan kampoeng cyber sendiri lebih bersifat terapan dan merupakan gerakan massal yang bersentuhan dengan sarana teknologi informasi. Tentu di level masyarakat kompleksitas masalahnya lebih rumit sedangkan pemecahan2nya hanya mengandalkan solidaritas, kepedulian sosial dan gotong royong bukan pada tataran teori ilmiah.

Kita hanya punya "niat yang bisa dirangkai menjadi menjadi orkestra sebuah irama berderap untuk membangun wilayah beserta sumber daya manusianya dan bertujuan mampu mengatasi segala keterbatasan untuk meraih kemajuan diberbagai bidang".

Dari sub tema yang diminta berupa peranan teknologi informasi untuk mengatasi permasalahan sosial, menurut kami teknologi informasi tersebut hanyalah sarana. Peranan yang dominan untuk mengatasi permasalahan sosial tsb adalah masyarakatnya sendiri.  Kebetulan kami memilih fokus membangun wilayah dan masyarakat dengan berbasis teknologi informasi. Partisipasi masyarakat dalam gerakan teknologi tersebut sebagian sudah mampu menjawab permasalahan sosial yang ada, diantaranya terpenuhinya kebutuhan informasi, literasi, interaksi, komunikasi, pengembangan wilayah dan usaha kecil.

Brand "Kampoeng Cyber" sendiri ternyata mampu berbicara di berbagai media massa yang menurut mereka mempunyai keunggulan dan kekhasannya yang jarang ditemui di wilayah lain. Diantaranya dibangun dari kesadaran masyarakatnya, di perkampungan yang punya heterogenitas yang sangat kompleks dan dengan kekuatan modal sosial serta kultur sosial yang sekarang makin luntur yaitu kebersamaan dan gotong royong.

Akan sangat subyektif jika apa yang dikembangkan kampoeng cyber dinilai sebagai sebuah kreatiftas, kreatif atau tidaknya biarlah pihak lain yang menilai. Kita hanya berusaha memadukan simbol2 kekuatan sosial, kekuatan budaya dan konten lokal serta kekuatan teknologi modern. Hasilnya kedepan diharapkan mampu menampilkan profil masyarakat jogja yang berbudaya lokal dan menampilkan keunggulan konten lokal melalui teknologi modern tetapi terpotret juga di setiap sudut wilayah kampoeng cyber dengan berbagai macam identitas dan simbol2 kampoeng cyber. Semoga memberi nilai tambah Kota Jogja sebagai Kota Pariwisata terlebih Kampoeng Cyber terintegrasi juga dengan obyek wisata Pemandian Taman Sari.

Hasil dari presentasi tersebut ternyata mendapat kesan khusus dari Bapak Staf Wakil Presiden Bidang PNPM, yang mungkin selama ini punya sudut pandang kepentingan dari pihak pemerintah dengan program-programnya, tetapi kampoeng cyber dengan kekuatan sendiri mampu memberi nilai tambah diberbagai bidang. Program Kampoeng Cyber ini dapat menjadi wacana atau alternatif program yang harus disebarluaskan ke berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, kata pak Staf Wapres.

Bulan Oktober menurut keterangan Bapak Staf Wapres, kampoeng cyber diundang ke Jakarta untuk berbicara di sebuah Forum Nasional mempresentasikan Program Kampoeng Cyber RT 36 Taman. Sebuah tantangan lagi yang semoga mampu kita jawab dengan memuaskan banyak pihak....

(HS)

 

 

 
 
 
Berita 36
Chating
Web Counter