RT36 RW09 KELURAHAN PATEHAN KECAMATAN KRATON YOGYAKARTA
 
 
Pentingnya Publikasi Di Era Informasi

Era Informasi telah menemui zaman keemasan pada saat ini. Informasi menjadi kebutuhan sehari-hari bagi semua kalangan. Tidak hanya sekedar butuh tetapi tiap elemen baik itu pribadi, komunitas, masyarakat, swasta maupun pemerintah sangat berperan dan berlomba-lomba tidak hanya menjadi penerima (obyek) informasi tetapi berusaha menjadi pemberi (subyek) informasi.   

Dari segi teknologi sendiri telah menemukan sebuah revolusi sebagai pemegang peran sebagai media atau sarana lalu lintas informasi. Terasa cepat dan makin mudah dimiliki maupun penggunaannya, mulai dari perangkat keras mobile maupun desktop, perangkat lunak, jaringan maupun antar jaringan atau internet hingga munculnya trend media sosial.

Penulis tidak membahas dari sisi teknologinya, melainkan ketika berbicara informasi maka kita pasti menemukan sebuah kepentingan. Banyak pihak mempunyai informasi dan ketika informasi tersebut disampaikan ke pihak lain maka peran publikasilah yang dibutuhkan.

Mari kita batasi lingkup informasi tersebut yaitu dalam lingkup lingkungan sekitar kita. Banyak hal-hal di sekitar kita yang tentu bisa menjadi sumber informasi. Apapun itu selama bermanfaat untuk orang lain kenapa tidak kita publikasikan. Jika dipertanyakan untuk kepentingan apa dan siapa, maka jawabannya pasti relatif subyektif. Tergantung masing-masing pihak memaknainya.

Tulisan ini merupakan sebuah ajakan atau gerakan berdasar pengalaman yang menyadari arti penting sebuah publikasi. Setiap  wilayah kemungkinan ada sebuah potensi yang bisa dikembangkan. Ketika berbicara mengenai sebuah wilayah pasti disitu kita temukan aset. Aset tersebut jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan, maka akan berkembang dan semakin maju.

Tentu akan sulit jika kita berbicara publikasi tentang hal kecil dan dalam lingkup yang kecil tetapi publikasinya bisa luas baik nasional bahkan global. Seperti halnya Kampoeng Cyber RT 36 Taman, aset sebuah wilayah. Berbicara lingkup tentulah sangat kecil dan banyak keterbatasan yang dimiliki. Sumber daya manusia yang terbatas baik fokus pikiran, tenaga dan waktu karena hanya menjadi perhatian kecil setiap harinya. Kemampuan dana sangat minim dan merupakan komunitas atau organisasi nirlaba.

Ketika aset tersebut diterima sebuah media massa dan bisa dipublikasikan. Tenyata berlanjut dari media ke media lain, dari awal tahun 2010 hingga sekarang secara maraton terpublikasi di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. Terasa sangat panjang dan merupakan proses yang harus dilalui tanpa kenal lelah. Sikap keterbukaan untuk berbagi cerita diperlukan dan sikap ini harus diimbangi dengan mentalitas yang tulus tanpa pamrih, tanpa dibebani kepentingan uang. Kesadaran untuk untuk berbagi informasi berbagi manfaat harus dibangun oleh masyarakat kampoeng cyber termasuk ketika menerima dampak publikasi tersebut.

Jika pola pikir dan mentalitas sudah terbangun, proses publikasi sudah berjalan maka kita tidak ada beban ketika kita berbagi informasi, maupun ketika publikasi di media apapun, termasuk media online yang kita miliki. Publikasi akan mengalir memasuki ruang-ruang publikasi dari yang konvensional pengumuman di papan informasi sebuah wilayah, media online sampai dengan media massa.  

Mulailah dari hal yang kecil, sederhana dan lakukanlah dengan tanpa beban. Dan yang paling penting mulailah dari diri sendiri untuk melakukan hal-hal tersebut. Jangan ragu dan menganggap sepele publikasi.  

  

 (HS) 

 

 
 
 
Berita 36
Chating
Web Counter