RT36 RW09 KELURAHAN PATEHAN KECAMATAN KRATON YOGYAKARTA
 
 
Kolom Kita

Total: 25
 
  1    2    3  

13. Entah Ini Judulnya Apa
Mengharapkan penipu yang jantan mungkin seperti berharap emas berwarna hijau. Ibu saya beberapa kali jadi sasaran penipuan para pecundang ini. Saya sebut pecundang karena mereka beraninya sama lansia, yang mereka anggap tak akan mampu melawan. Modusnya macam-macam, misalnya pura-pura datang sebagai petugas resmi yang disuruh mencek regulator kompor gas. Ibu saya tentu panik ketika dikatakan regulatornya sudah rusak. Lalu ibu membeli .. [baca selengkapnya]


14. Kok Kita Masih Terkejut...!
Negara ini negara rawan bencana (alam dan “men made”), tapi selalu saja kita terkejut ketika bencana datang. Bahkan bencana Merapi yang sudah dilengkapi dengan sistem antisipasi….masih saja banyak korban. Tidak ada preparedness melekat pada bangsa kita akan resiko yang setiap saat bisa terjadi. Kita juga selalu terkejut dengan kekerasan yang dialami  para TKW di luar negeri. Seolah baru pertama kali dengar TKW .. [baca selengkapnya]


15. Ratusan Bahasa Anak
Kejadian itu inspirasi. Teman juga inspirasi. Suatu pagi datang sms dari mbak Darwina (seorang sahabat) yang masih saya simpan: Kata prof Johanes Surya tidak ada murid yang bodoh yang ada murid tidak mendapat guru yang baik. Profesor Johanes memang terkenal dengan programnya mencetak pemenang olimpiade matematika dari segala penjuru Nusantara. Terbukti bahwa bukan ras, golongan sosial ekonomi, agama, etnisitas yang menentukan .. [baca selengkapnya]


16. Perjalanan Itu Sangat Mendidik
Dulu pernah ada satu edisi Kick Andy yang menampilkan seorang tokoh yang menyebut rahasia suksesnya adalah lulus dari Universitas Penderitaan. Saya suka dengan catatan orang ini dan mengingatnya terus, dan mempengaruhi saya ketika bereaksi dalam situasi yang tidak saya sukai. Salah satu contohnya ialah pengalaman pada Rabu lalu; saya menikmati penderitaan dalam perjalanan pulang ke Jogja dengan kereta api. Kereta yang .. [baca selengkapnya]


17. Jogja Kita
Hari ini Jogja berulang tahun, dan seperti tahun kemarin anak sekolah dan para PNS dihimbau berpakaian adat Jawa gaya Jogja. Sebagian besar reaksi mereka cukup positif, bahkan gembira karena ada aspek rekreasi dalam kegiatan ini. Kepala sekolah anak saya bahkan memberi pidato dalam bahasa Jawa… pokoknya hari ini dipakai untuk kembali ke Jogja “jadul” begitu. Kebijakan pemkot ini merupakan bentuk re-tradisionalisasi .. [baca selengkapnya]


18. Kiri Itu...
Tiga hari lalu saya menghadiri pernikahan teman. Satu  hal yang menarik dari kejadian itu adalah posisi pengantin. Awalnya posisi berdiri pengantin laki-laki di sebelah kiri istrinya. Ketika hendak di foto, salah seorang yang hadir berkata keras, “Mas… berdirinya sebelah kanan.” Rupanya saran orang ini kurang diperhatikan oleh kedua pengantin. Jepretan demi  jepretan mengenai mereka. Tiba-tiba seseorang di depan saya berdiri dari .. [baca selengkapnya]


19. Sebuah Perempatan Jalan
Banyak orang punya pemahaman berhutang itu tabu. Konon bangsa Jepang tidak suka menerima bantuan karena itu sama dengan berhutang budi. Rupanya beberapa teman dari berbagai bangsa juga mempunyai kultur ini. Misalnya Prof. Cecilia Ng dari USM yang menolak ketika saya membawakanya blus batik. Dia bermaksud membayar oleh-oleh dari saya ketika kami bertemu di kampung halamannya di Penang. "Kultur, agama, dan prinsip .. [baca selengkapnya]


20. Sarapan a la Jeron Beteng
Sarapan a la Jeron Beteng Jogja yang khas antara lain adalah gudeg, oseng tempe dan bihun. Makanan ini bisa dimakan dengan nasi atau bubur lemu (bubur beras). Di salah satu sudut Jeron Beteng, yaitu Sompilan, terdapat sebuah warung kecil tiban yang bukan sejak subuh hingga kurang lebih jam 8 pagi. Warung ini rame banget, karena memang masakannya sedhep (pas gurihnya). Penjualnya .. [baca selengkapnya]


21. Bersabar Dengan Mengalah
Melampaui Ketidakadilan menurut Gede Prama (GP)adalah merespon penderitaan akibat dizalimi orang dengan sabar (Kompas, Sabtu, 31 Juli). Argumen GP, kalau kita melawan ketidakadilan maka hasilnya adalah penderitaan diri sendiri. Jadi melawan itu selalu negatif. Karena menurutnya melawan pasti dilandasi kemarahan, sebuah emosi paling dangkal. Ada benarnya tulisan itu, mungkin hanya kualitas saya saja yang membuat saya menelan ludah ketika membacanya. Saya .. [baca selengkapnya]


22. Jogja Memutih
Sabtu pagi 30 Oktober, Jogja berwarna putih oleh selimut abu vulkanik Merapi  hingga daerah Bantul di selatan. Baru sekali itu dalam hidup saya melihat debu vulkanik begitu tebalnya. Bahkan hingga jam 7 pagi hujan debu masih deras mengguyur… Jogja memutih, hati saya berdebar mengingat banyaknya tanda-tanda di depan mata. Ini bukan perbuatan manusia. Hanya Yang Kuasa yang mampu melakukannya. Dan kita tidak .. [baca selengkapnya]


23. Pengungsian Ternak, Why Not !?
Kedaulatan Rakyat (Jum'at 29 Oktober) memuat daftar 33 nama korban meninggal letusan Merapi. Sekitar 2/3 nya berjenis kelamin laki-laki (perkiraan dari namanya). Ini mengusik saya untuk menulis tentang pentingnya pengungsian ternak. Apa hubungannya? Ternak sapi di Cangkringan, wilayah paling parah, adalah salah satu mata pencaharian warga yang utama.  Sapi adalah tabungan keluarga. Karena itu sangat wajar bila warga berat turun ke pengungsian .. [baca selengkapnya]


24. Keramahan Itu Membekas
Rumah kami di pinggir gang yang biasa dilalui warga dari daerah selatan barat yang mau ke Pasar Ngasem. Salah seorang warga yang selalu lewat adalah seorang perempuan sebaya. Dia selalu lewat depan rumah kami, dan istimewanya, setiap kali saya di depan rumah dia selalu menyapa. Padahal sesungguhnya kami tidak pernah saling mengenal secara pribadi. Tidak semua orang yang lewat menyapa, itulah .. [baca selengkapnya]

 
 
Berita 36
Chating
Web Counter